BOB MARLEY

bobmarley.jpg

Bob Marley was a hero figure, in the classic mythological sense. His departure from this planet came at a point when his vision of One World, One Love — inspired by his belief in Rastafari — was beginning to be heard and felt. The last Bob Marley and the Wailers tour in 1980 attracted the largest audiences at that time for any musical act in Europe.

Bob’s story is that of an archetype, which is why it continues to have such a powerful and ever-growing resonance: it embodies political repression, metaphysical and artistic insights, gangland warfare and various periods of mystical wilderness. And his audience continues to widen: to westerners Bob’s apocalyptic truths prove inspirational and life-changing; in the Third World his impact goes much further. Not just among Jamaicans, but also the Hopi Indians of New Mexico and the Maoris of New Zealand, in Indonesia and India, and especially in those parts of West Africa from wihch slaves were plucked and taken to the New World, Bob is seen as a redeemer figure returning to lead this

In the clear Jamaican sunlight you can pick out the component parts of which the myth of Bob Marley is comprised: the sadness, the love, the understanding, the Godgiven talent. Those are facts. And although it is sometimes said that there are no facts in Jamaica, there is one more thing of which we can be certain: Bob Marley never wrote a bad song. He left behind the most remarkable body of recorded work. “The reservoir of music he has left behind is like an encyclopedia,” says Judy Mowatt of the I-Threes. “When you need to refer to a certain situation or crisis, there will always be a Bob Marley song that will relate to it. Bob was a musical prophet.”

The tiny Third World country of Jamaica has produced an artist who has transcended all categories, classes, and creeds through a combination of innate modesty and profound wisdom. Bob Marley, the Natural Mystic, may yet prove to be the most significant musical artist of the twentieth century.

Iklan

TEORI KESEIMBANGAN

blsl0503.gif

Bagi yang pernah belajar ilmu alam, diketahui bahwa semua benda yang ada di alam semesta terbuat dari atom (benda yang terkecil). Yang membedakan besi dari kayu adalah konfigurasi atom-nya yang berbeda. Misalnya air terdiri dari 2 atom hidrogen dan 1 atom oxigen, dan seterusnya. Atom sendiri bila dipecah tidak lagi merupakan benda tetapi partikel energi yaitu satuan-satuan energi yang bila di-manipulasi secara tepat bisa menghasilkan energi dengan kekuatan yang dahsyat seperti bom atom.

Peneliti kosmologi dan orang yang berilmu di zaman dahulu telah menghayati bahwa diseluruh jagat raya termasuk di bumi terdapat “cosmic energy” yang tiada batasnya.

Di Tiongkok sendiri, “cosmic energy” dikembangkan dengan membedakan energy yang bersifat negatif (yin) dan positif (yang). Penghayatan yang “dibaur” dengan pandangan Taoism menjadikan prinsip Yin Yang sebagai salah satu prinsip kehidupan bagi rakyat di negeri tersebut. Prinsip yang dipakai untuk menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan termasuk menjelaskan sifat penyakit dan cara penyembuhannya.

Singkatnya, prinsip Yin Yang (negatif positif) dapat diterapkan karena semua hal memang memiliki sifat dualism. Dingin dan panas, siang dan malam, musim dingin dan musim panas, utara dan selatan, api dan air, perempuan dan laki-laki, genap dan ganjil, feminin dan maskulin, hitam dan putih, bumi dan langit, bumi dan matahari, bundar dan persegi. Prinsip ini rupanya bukan monopoli rakyat disana saja karena masyarakat Bali kita menggunakan kain poleng (bermotif kotak-kotak hitam putih) untuk mengharmoniskan tenaga negatif/positif alam semesta.

Yang penting diingat adalah prinsip Yin Yang menekankan bahwa tidak ada Yin atau Yang yang mutlak. Segala sesuatu Yin akan memiliki sedikit Yang dan sebaliknya, sesuai dengan gambar T’ai Chi diatas dimana bagian hitam terdapat titik putih dan bagian putih titik hitam. Gambar T’ai Chi ini mengilustrasikan prinsip Yin Yang secara sempurna.

Yin mutlak bila sampai terjadi sama bahayanya dengan Yang mutlak. Contohnya, seorang laki-laki seyogyanya dilahirkan dengan lebih banyak sifat Yang (maskulin) dari pada Yin. Namun bila ia tidak memiliki sedikitpun sifat Yin ia tidak memiliki daya imbang dan ini akan sangat merugikannya.
Sebaliknya, Yin dan Yang tidak boleh pula mencapai titik imbang (equilibrium) karena sesuatu yang terlalu seimbang tidak mendatangkan perubahan atau kemajuan. Equilibrium = stagnant = tidak ada kegairahan = kematian.

Zodiakku..

sagittarius_lg.gif
Sagitarius

(22 Nopember – 21 Desember)

Sifat-sifat Umum

Seorang tengah memanah adalah simbol dari tanda ini. Anak panah yang siap ditembakkan, merupakan target kehidupan seorang Sagitarius. Makhluk ini mempunyai kekuatan dan kecepatan seekor kuda, serta berpikir seorang manusia.

Seorang Sagitarius memiliki perasaan ingin tahu yang besar. Dan mereka selalu merasa perlu untuk menganalisa apa yang pernah didengar atau dilihatnya.

Jupiter melimpahkan jiwa humoris bagi Sagitarius, periang dan peruntungan. Itulah sebabnya banyak orang Sagitarius yang dapat menikmati popularitas dan berdiri tegak pada kaki sendiri. Pada masa kecil, anak Sagitarius sering dituduh sebagai anak yang tidak bertanggung jawab, karena terlalu berani mengambil resiko untuk dirinya maupun orang lain. Untunglah mereka sanggup belajar dari sejarah. Dan mereka selalu menyukai tantangan.

Mereka berusaha menunda pernikahan sejauh mungkin, karena pernikahan dianggapnya sebagai belenggu kebebasan. bagian tubuh yang mudah diserang penyakit adalah bagian pinggul dan paha. Rematik tampaknya senang mengganggu Sagitarius.

Karier

Dalam memilih karier, kebebasan merupakan syarat utama bagi mereka. Tapi tidak sedikit orang Sagitarius yang terbenam dalam pekerjaan rutin rumah obat, kantor atau pabrik. Mereka tidak akan mau menerima ini, kalau pendidikan mereka memungkinkan mencari pekerjaan lain. Tipe ini selalu melakukan segala sesuatu dengan cepat. Banyak Sagitarius yang bekerja sebagai penerjemah, filosofi, dan bekerja bagi tempat ibadah, hukum dan lain-lainnya. Kesenangannya bergerak di luar rumah membuatnya menjadi olahragawan terkemuka. Dan mereka juga menyukai kuda dan anjing, sehingga banyak pula Sagitarius yang bekerja di lapangan balap kuda atau anjing.

TEORI PEMURNIAN RAS OLEH NAZI

avatar181518_6.gif

ANTI-JEWISH POLICY
The outbreak of war in September 1939 forced the Nazis to reassess their anti-Jewish policy. While war removed the need to worry about international opinion, it diminished the opportunities for Jewish emigration – just when the conquest of Poland added 1.5 million Jews to those already under German rule.

‘The Polish Jews were soon afflicted by mass starvation and disease.’

Occupied Poland, though, did offer a radical alternative. In late 1939, the Nazi leadership considered using the area around Lublin as a ‘Jewish reservation’. Adolf Eichmann, an SS officer running emigration offices in Vienna, Prague and Berlin, was tasked with organising the first deportation of Jews from Austria and the Czech lands to Poland.

Eichmann later described the ‘Nisko project’ as the first of several attempts to find a ‘territorial solution’ to the ‘Jewish question’. It failed, however, because the Nazis had other priorities. In the meantime, Heydrich decreed that Polish Jews should be concentrated in towns and cities prior to being removed. They were stripped of their rights and property, denied work (except forced labour for the Germans), and crammed into the worst slum districts.

The Polish Jews were soon afflicted by mass starvation and disease. To prevent the spread of epidemics the Nazi authorities built walls around the Jewish districts – and thus the ghettos were created. But this was a temporary measure and more a case of desperation than design.

PERILAKU REMAJA

aa.jpg
KLO berani satu lawan satu! Itu ungkapan spontan setelah membaca rubrik tawuran antar-pelajar, mahasiswa, bahkan pejabat teras ataupun aksi yang kini marak dikategorikan sebagai tindakan premanisme. Di antara rubrik itu, ada persamaan yang jelas terlihat. Pelaku yang terlibat umumnya kaum adam.

Jelas, jika ungkapan itu sangat lazim diucapkan. Tapi persamaan lainnya, mereka umumnya golongan remaja. Tapi bagaimana jika pelakunya kaum hawa? Seperti kasus penganiayaan terhadap Ica, siswi SMUN 7 yang tengah diusut. Yang menarik dari kasus ini, korban dan pelaku adalah kaum hawa yang konon sering dikategorikan sebagai kaum yang lemah!

Sebenarnya itu bukan hal baru . Penganiayaan itu lebih beken disebut salah satu tindakan penggencetan. Penggencetan itu sendiri tidak hanya dilakukan dengan kontak fisik, tapi bisa hanya dengan teguran keras, atau teror lewat sms atau media lainnya.

Tidak bisa dipungkiri, hal itu sudah menjadi tradisi dari senior kepada junior yang dilakukan karena banyak alasan. Mulai dari alasan yang jelas sampai alasan yang lucunya tidak disebutkan si senior sampai kapanpun! Ya.. seperti tayangan di sinetron remaja yang lagi “in” sekarang ini!

Hal yang terjadi saat tawuran, sebenarnya perilaku agresi dari seorang individu atau kelompok. Agresi itu sendiri menurut Murray (dalam Hall & Lindzey, Psikologi kepribadian, 1993) didefinisikan sebagai suatu cara untuk melawan dengan sangat kuat, berkelahi, melukai, menyerang, membunuh, atau menghukum orang lain. Atau singkatnya agresi tindakan yang dimaksudkan untuk melukai orang lain atau merusak milik orang lain.

Menurut Raymond Tambunan, Psi, dalam pandangan psikologi, perkelahian yang melibatkan pelajar usia remaja digolongkan sebagai salah satu bentuk kenakalan remaja (juvenile deliquency). Kenakalan remaja dalam hal perkelahian, dapat digolongkan ke dalam dua jenis delikuensi, yaitu situasional dan sistematik.

Pada delikuensi situsional, perkelahian terjadi karena adanya situasi yang mengharukan mereka untuk berkelahi. Sedangkan pada delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat perkelahian itu berada dalam satu geng atau organisasi. Di sini ada norma, aturan, dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti anggota termasuk berkelahi.

Sebagai anggota mereka bangga melakukan apa yang diharapkan. Kejadian itu berkaitan dengan emosinya yang dikenal dengan masa strom dan stress. Dipengaruhi lingkungan tempat tinggal, keluarga, dan teman sebaya serta semua kegiatan sehari-hari.

Memotivasi diri

Goleman (1997) mengatakan, koordinasi suasana hati inti dari hubungan sosial yang baik. Seorang yang pandai menyesuaikan diri atau dapat berempati, ia memiliki tingkat emosionalitas yang baik. Kecerdasan emosional lebih untuk memotivasi diri, ketahanan dalam menghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa.

Lima wilayah kecerdasan emosional sebagai pedoman setiap individu, untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan sehari-hari. Yakni mengenali emosi, kesadaran diri dalam mengenali perasaan ketika perasaan itu terjadi sebagai dasar kecerdasan emosi, sehingga kita bisa peka pada perasaan sesungguhnya dan tepat dalam pengambilan keputusan masalah.

Mengelola emosi, berarti menangani perasaan agar perasaan terungkap dengan tepat memotivasi diri mengenali emosi orang lain empati atau mengenal emosi orang lain, dibangun berdasar pada kesadaran diri. Orang yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan emosi sendiri, dapat dipastikan tidak akan mampu menghormati perasaan orang lain.

Membina hubungan dengan orang lain, sebagai makluk sosial, individu dituntut dapat menyelesaikan masalah dan mampu menampilkan diri, sesuai aturan yang berlaku. Karena itu remaja agar memahami dan mengembangkan keterampilan sosialnya.

Kegagalan remaja dalam menguasai keterampilan sosial akan menyebabkan ia sulit meyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Sehingga timbul rasa rendah diri, dikucilkan dari pergaulan, cenderung berperilaku normatif (misalnya, asosial ataupun anti-sosial). Bahkan lebih ekstrem biasa menyebabkan terjadinya gangguan jiwa, kenakalan remaja, tindakan kriminal, tindakan kekerasan, dsb.

Beberapa aspek yang menuntut keterampilan sosial (dalam Davis dan Forsythe, 1984). Yaitu keluarga, hal yang paling penting diperhatikan orang tua, menciptakan suasana demokratis dalam keluarga. Sehingga remaja dapat menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua dan saudara.

Lingkungan, pengenalan lingkungan lebih luas dari keluarga. Kepribadian, diberikan penanaman sejak dini, nilai-nilai yang menghargai harkat dan martabat orang lain tanpa mendasarkan pada hal fisik seperti materi dan penampilan. Rekreasi, pergaulan dengan lawan jenis, pendidikan, persahabatan dan solidaritas kelompok.

Remaja diajarkan lebih memahami diri sendiri (kelebihan dan kekurangannya), agar ia mampu mengendalikan dirinya. Sehingga dapat bereaksi secara wajar dan normatif, dibiasakan untuk menerima orang lain, tahu dan mau mengakui kesalahannya.

Dengan cara itu remaja tidak akan terkejut menerima kritik atau umpan balik dari sekitar, mudah bersosialisasi, memiliki solidaritas tinggi, diterima di lingkungan lain. Sehingga akan mampu membantu menemukan dirinya sendiri dan mampu berperilaku sesuai norma yang berlaku.

Pergaulan Bebas

parental_advisory.jpg

Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.

Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.

Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.

Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan.Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.

semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa, cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.

“Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi”.

Pelatihan Managemen tersebut diikuti 24 peserta utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali berlangsung selama empat hari.

Belum lama ini ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan, dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia. Ini terjadi karena tiap tahunnya peningkatan kasus aborsi di Indonesia kian meningkat, terbukti dengan pemberitaan di media massa atau TV setiap tayangan pasti ada terungkap kasus aborsi. Jika hal ini di legalkan sebgaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama, budaya dan adat bangsa. Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah daging dalam masyarakat. Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat.

Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah-masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia, tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang dipropagandakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir.

Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami ; penderitaan kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%).

Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara alamiah). Abortus terbagi dua;

Pertama, Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya, kandungan lemah, kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan.

Kedua, Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.

guitar hero!!

guitarist-evolutionary-scale.jpg

The first Guitar Hero game was released on the PlayStation 2 in the US in November 2005, and since then a slew of sequels have followed, including Guitar Hero II, Guitar Hero Encore: Rocks the 80s, and most recently, Guitar Hero III: Legends of Rock.

According to figures released today by Activision, the Guitar Hero series of games have been rocking across America–to the tune of $1 billion in the 26 months since it was first released.

Quoting NPD figures, the company states that the franchise has sold over 14 million units in total in North America alone, and that since the launch of Guitar Hero III, some 5 million songs have been downloaded.

Additionally, Guitar Hero III was the number one title in the region during 2007, both in terms of units and in dollars–according to the data, which means the game has sold the most copies of any title in one single year.